Jumat, 16 Oktober 2015
Jumat, 25 September 2015
~SEBUAH DISTORSI KEHIDUPAN~
Meninggalkan dunia menutup mata ..
Sebuah kehidupan yang sementara ..
Sebuah perjalanan yang mencari bekal ,
berisikan amal kebajikan tuk menuju alam sana..
Seorang yang terlahir kedunia dengan mengikuti agama orang tuanya..
yang terus mendalami dan mempelajarinya ..
Dalam waktu yang terus berputar mencari kebenaran yang ia percayai dengan akalnya..
Mencari sebuah cinta hakiki kepada Rabb penciptanya..
Bukan menuju padanya akan takut karna balasan sebuah neraka kepunyaannya..
Bukan jua akan balasan sebuah kenikmatan alam sana bernamakan syurga di Arsy-Nya..
Sebuah perjalanan panjang cobaan dan rasa pahit akan dunia ini..
Lantunan bisikan-bisikan di jalan kenistaan nan gelap slalu menghantuinya..
Satu jalan lurus namun berliku-liku..
Dan penuh ajakn pada setiap yang memandangnya..
Dalam jalan yang dipenuhi kegelapan hanya setitik cahya di ujung sana menunggunya slalu..
Setiap insan yang memilih jalannya masing-masing ..
Setiap insan yang berbeda kehidupannya..
Hidup di dunia yang sama namun penuh perbedaan mejadi sebuah alasan..
Golongan yang berbeda nama dan cerita ..
Berbagai cara tuk menggapai kehidupan dunia fana ..
Menikmatinya dan lupa akan siapa dirinya..
Dan pada akhirnya penyesalan kan meradangnya ..
Sebuah pertanggung jawaban kan tak berarti kesempatan kedua kalinya..
Yang terlewati tak bisa berawal kembali ..
Yang terjadi kan menjadi sebuah kejadian ...
Masa depan adalah suatu pilihan yang sudah terbagi-bagi..
Masa kini jua masa depan ..
Hanya dua dan terpilih satu..
Karna itu adalah suatu kenikmatan..
Duniawi adalah alam yang nantinya kan di tiadakan...
Dan akhirat alam yang tertiadakan adanya nantii kan di abadikan ,
Dalam kehidupan setiap insan ..
sebuah distorsi kehidupan yang hanya DIA yang tau..
Setiap manusia hanya mengikuti alur takdirnya masing-masing..
dengan sedikit perjuangan yang lebih dia akan sedikit mendapatkan ,
kesenangan yang tak terhingga ..
Dan pada esok yang belum di ketahui alurnya..
Dalam buku catatan kisah manusia...
~SEKILAS CERITA~
Laguku mulai menyala..
Hatiku kian terpesona ..
Masa kecilku dulu membayang indah di sini..
Di hati mungilku..
Stereoku mulai kuputar ..
Aku duduk di samping jendela..
Sesekali menoleh lewat pandangku..
Bayang-bayang itu kian indah ya..
Sewaktu dulu..
Umurku beranjak remaja..
Pilu kini aku sesali..
Rindu yg begitu dahsyat menghantam hati...
Akan kisah lalu yang kurindukan kini..
Gambaran-gambaran tentang sebuah kisah ,
lalu menghiasi dinding kamarku..
Tak terkira Tak terasa..
Emosiku bersinar sedalam air mata ..
Hari yang kini aku jalani ..
menjadi pukulan buatku..
Aku mulai merasa bosan ..
Hari ini aku ingin mengubahnya..
Di essok yang kan terus kutemui ..
Di esok yang kan kupercayakan mimpi-mimpiku..
Yang ku kan berada di sampingnya dan memandangnya..
Dalam perjuangan yang bagaikan aku ,
tak sanggup menyanggupinya lagi ...
Sampai aku kalah dan menghadapi kematian..
Aku tak pernah tau akan esok ..
Dan aku ingin tau bagaimana aku esok..
Walau esok adalah suatu misteri..
Aku ingin misteri adalah aku..
Aku yang kan mengubah suatu hal menjadi mudah buatku..
Aku yang kan menatap mentari pagiku setelah pulasnya diriku..
Aku yang kan meraih bintang-bintang bersinar dalam hidupku..
Bila suatu hari nanti aku terjatuh di lubang yang tiada dasar..
Di lingkaran yang tiada akhir..
Aku kan beranjak kepermukaan meski panasnya mentari kan menghancurkanku..
Di esok yang kan ku kejar semua anganku..
Dalam harap dan iringan doa aku menengadah meminta pada-Nya..
Kamis, 24 September 2015
Gratis Sepanjang Masa
Gratis Sepanjang Masa
Suatu sore, seorang anak menghampiri ibunya di dapur. Ia menyerahkan selembar kertas yang telah ditulisinya. Setelah sang ibu mengeringkan tangannya dengan celemek. Ia pun membaca tulisan itu dan inilah isinya:
Untuk memotong rumput Rp. 5000
Untuk membersihkan kamar tidur minggu ini Rp. 5000
Untuk pergi ke toko disuruh ibu Rp. 3000
Untuk menjaga adik waktu ibu belanja Rp. 5000
Untuk membuang sampah Rp. 1000
Untuk nilai yang bagus Rp. 3000
Untuk membersihkan dan menyapu halaman Rp. 3000
Jadi jumlah utang ibu adalah Rp. 25000
Sang ibu memandangi anaknya dengan penuh harap. Berbagai kenangan terlintas dalam benak sang ibu. Lalu ia mengambil pulpen, membalikkan kertasnya. Dan inilah yang ia tuliskan:
Untuk sembilan bulan ibu mengandung kamu, gratis
Untuk semua malam ibu menemani kamu, gratis
Untuk membawamu ke dokter dan mengobati saat kamu sakit, serta mendoakan kamu, gratis
Untuk semua saat susah dan air mata dalam mengurus kamu, gratis
Kalau dijumlahkan semua, harga cinta ibu adalah gratis
Untuk semua mainan, makanan, dan baju, gratis
Anakku....dan kalau kamu menjumlahkan semuanya,
Akan kau dapati bahwa harga cinta ibu adalah GRATIS
Seusai membaca apa yang ditulis ibunya, sang anak pun berlinang air mata dan menatap wajah ibunya, dan berkata: "Bu, aku sayang sekali sama ibu" ia kemudian mendekap ibunya. Sang ibu tersenyum sambil mencium rambut buah hatinya.”Ibupun sayang kamu nak” kata sang ibu.
Kemudian sang anak mengambil pulpen dan menulis sebuah kata dengan huruf-huruf besar sambil diperhatikan sang ibu: "LUNAS"
======
Sahabat, seberapapun jasa yang tlah kita berikan kepada ibu, seberapapun uang yang kita dapatkan dan kita berikan kepada ibu, atau seberapapun liter keringat kerja yang kita kumpulkan untuk ibu, tidak akan dapat mengganti kasih sayang seorang ibu.Kasih ibu sepanjang masa. dapatkah kita menukar kasih sayang ibu itu dengan materi? menukar dengan bilangan angka?atau menukar dengan rangkaian kata terima kasih? Tidak sahabat, sama sekali tidak bisa. Oleh karenanya sahabatqu, Berbuat baiklah kepadanya, sayangilah beliau, cintailah beliau, dan doakanlah beliau.....
Sumber :cerita motivasi by plastore
Rabu, 23 September 2015
Filosofi matematika
Pernah nggak Anda berpikir…
1. Mengapa PLUS di kali PLUS hasilnya PLUS?
2. Mengapa MINUS di kali PLUS atau sebaliknya
PLUS di kali MINUS hasilnya MINUS?
3. Mengapa MINUS di kali MINUS hasilnya PLUS?
Hikmahnya adalah:
(+) PLUS = BENAR
(-) MINUS = SALAH
1. Mengatakan BENAR terhadap sesuatu hal yang BENAR adalah suatu tindakan yang BENAR.
Rumus matematikanya :
+ x + = +
2. Mengatakan BENAR terhadap sesuatu yang SALAH, atau sebaliknya mengatakan SALAH terhadap sesuatu yang BENAR adalah suatu tindakan yang SALAH.
Rumus matematikanya :
+ x – = –
– x + = –
3. Mengatakan SALAH terhadap sesuatu yang SALAH adalah suatu tindakan yang BENAR.
Rumus matematikanya :
– x – = +
Pelajaran matematika ternyata sarat makna, yang bisa kita ambil sebagai pelajaran hidup.
Sumber : "kumpulan cerita motovasi by playstore"
Senin, 31 Agustus 2015
Ada Rokok di Surga
Dialog seorang uztadz dengan seorang perokok
Perokok : Maaf, ustadz, saya mau tanya. Di surga ada rokok gak?
Ustadz: Ada
Perokok: Alhamdulillah, lega bener hati ini rasanya denger jawaban ustadz.
Ustadz: Tapi...,
Perokok: Kenapa ustadz?
Ustadz: Di surga gak ada api, jadi kalo mau nyalain rokok, ya harus ke NERAKA...
Ikhlas itu indah
Di tengah-tengah pengajian yang dilaksanakan oleh ibu-ibu, terdengar percakapan antara Bu Haji dan ibu-ibu jamaah
Bu Haji :
Saya tidak pernah Menolak Poligami.
Ibu ibu :
Wah... hebat Bu Haji.
Bu Haji :
Saya juga Tidak Pernah Larang Kalau Suami Nikah lagi.
Ibu - ibu :
Benar - benar Bijak dan taat Bu Haji.
Yang Penting Adil ya Bu?
Bu Haji :
Bukan, yang Penting Bukan Suami saya.
Jumat, 28 Agustus 2015
POHON DI ZAMAN NABI, MASIH HIDUP SAMPAI SAAT INI
POHON SAHABI, MASIH HIDUP SEJAK ZAMAN RASULULLAH HINGGA KINI
Pohon Sahabi yang menjadi saksi bisu pertemuan Nabi Muhammad SAW dengan Biarawan Kristen bernama Bahira. Telah ditemukan kembali oleh Pangeran Ghazi bin Muhammad dan otoritas pemerintah Yordania. ketika memeriksa arsip negara di Royal Archives.
Mereka menemukan referensi dari teks-teks kuno yang menyebutkan bahwa Pohon Sahabi Berada di wilayah padang pasir diutara Yordania.
Setelah 1400 tahun berlalu, pohon ini ditemukan masih hidup dan tetap tumbuh kokoh di tengah ganasnya gurun Yordania bersama beberapa ulama terkenal termasuk Syekh Ahmad Hassoun, Mufti Besar Suriah, Pangeran Ghazi. Mengadakan pengamatan dan ternyata benar pohon tua itulah yang disebutkan dalam catatan biarawan Bahira.
Kini Pohon tersebut dilestarikan oleh pemerintah Yordania dan dipantau secara rutin keberadaannya.
Keberadaan pohon ini memang cukup unik dan dinilai tidak cocok tumbuh dilingkungan sekitarnya.
Pasalnya lingkungan sekitar pohon itu, merupakan tanah kering dan sangat gersang, sementara pohon Sahabi menjadi satu-satunya pohon yang tumbuh subur dengan daun yang rimbun.
Kondisi ini menentang kegersangan dan ketiadaan warna dari lingkungan di sekitar pohon. Meskipun kekuatan matahari ditengah gurun sangat terik, namun akan terasa teduh ketika berada di bawah pohon ini.
Tiga manuskrip kuno yang ditulis oleh Ibn Hisham, Ibn Sa'd al-Baghdadi, dan Muhammad Ibn Jarir al-Tabari menceritakan tentang kisah Bahira yang bertemu dengan bocah kecil calon rasul terakhir.
Saat itu Muhammad baru berusia 9 atau 12 tahun. Ia menyertai pamannya Abu Thalib dalam perjalanan untuk berdagang ke Suriah.
Pada suatu hari, Biarawan Bahira mendapat firasat, kalau ia akan bertemu dengan sang nabi terakhir.. tiba tiba ia melihat rombongan kafilah pedagang Arab, dan melihat pemuda kecil yang memiliki ciri-ciri sesuai yang digambarkan dalam kitabnya.
kemudian Bahira mengundang kafilah tersebut dalam sebuah perjamuan.
Semua anggota kafilah menghadiri kecuali anak yang Ia tunggu-tunggu. Ternyata. Muhammad kecil sedang menunggu di bawah pohon untuk menjaga unta-unta.
Bahira keluar mencarinya dan ia sangat takjub menyaksikan cabang2 pohon Sahabi merunduk melindungi sang pemuda dari terik Matahari. Dan segumpal awan pun ikut memayungi ke manapun IA pergi.
Bahira pun meminta agar bocah kecil tersebut diajak serta berteduh dan bersantap dalam perjamuan. Dia pun segera meneliti dan menanyai pemuda kecil ini. dan menyimpulkan bahwa Dia adalah utusan terakhir yang dijelaskan dalam Alkitab.
Bahira pun meyakinkan paman anak itu yakni Abu Thalib untuk kembali ke Makkah, karena orang-orang Yahudi tengah mencari Muhammad SAW untuk membunuhnya .
Setelah berselang 1400 tahun kemudian, pohon yang pernah meneduhi Muhammad itu masih berdiri tegak, menjadi satu-satunya pohon yang berhasil hidup di tengah padang pasir gersang.
Pohon ini secara ajaib diawetkan oleh Allah untuk waktu yang panjang. Namun siapapun masih bisa menyentuh dan berlindung di bawah cabangnya yang senantiasa rimbun.
STORY FROM JORDAN
Rabu, 19 Agustus 2015
Renungan pagi
1. Anda bisa berubah, jika Anda mau mengubah diri Anda “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri,” (QS. Ar-Ra’d:11).
Suka

