Senin, 31 Agustus 2015

Ada Rokok di Surga

Dialog seorang uztadz dengan seorang perokok

Perokok : Maaf, ustadz, saya mau tanya. Di surga ada rokok gak?

Ustadz: Ada

Perokok: Alhamdulillah, lega bener hati ini rasanya denger jawaban ustadz.

Ustadz: Tapi...,

Perokok: Kenapa ustadz?

Ustadz: Di surga gak ada api, jadi kalo mau nyalain rokok, ya harus ke NERAKA...

Ikhlas itu indah

Di tengah-tengah pengajian yang dilaksanakan oleh ibu-ibu, terdengar percakapan antara Bu Haji dan ibu-ibu jamaah

Bu  Haji :
Saya  tidak  pernah  Menolak    Poligami.

Ibu  ibu :
Wah... hebat Bu Haji.

Bu   Haji :
Saya   juga  Tidak   Pernah Larang   Kalau   Suami   Nikah    lagi.

Ibu - ibu  :
Benar  -   benar   Bijak   dan taat Bu Haji.
Yang  Penting  Adil ya Bu? 

Bu  Haji   :
Bukan,  yang   Penting Bukan   Suami   saya.

Jumat, 28 Agustus 2015

POHON DI ZAMAN NABI, MASIH HIDUP SAMPAI SAAT INI

POHON SAHABI, MASIH HIDUP SEJAK ZAMAN RASULULLAH HINGGA KINI

Pohon Sahabi yang menjadi saksi bisu pertemuan Nabi Muhammad SAW dengan Biarawan Kristen bernama Bahira. Telah ditemukan kembali oleh Pangeran Ghazi bin Muhammad dan otoritas pemerintah Yordania. ketika memeriksa arsip negara di Royal Archives.
Mereka menemukan referensi dari  teks-teks kuno yang menyebutkan bahwa Pohon Sahabi Berada di wilayah padang pasir diutara Yordania.

Setelah 1400 tahun berlalu,  pohon ini ditemukan masih hidup dan tetap tumbuh kokoh di tengah ganasnya gurun Yordania bersama beberapa ulama terkenal termasuk Syekh Ahmad Hassoun, Mufti Besar Suriah, Pangeran Ghazi. Mengadakan pengamatan dan ternyata benar pohon tua itulah yang disebutkan dalam catatan biarawan Bahira.

Kini Pohon tersebut dilestarikan oleh pemerintah Yordania dan dipantau secara rutin keberadaannya.

Keberadaan pohon ini memang cukup unik dan dinilai tidak cocok tumbuh dilingkungan sekitarnya.
Pasalnya lingkungan sekitar pohon  itu, merupakan tanah kering dan sangat gersang, sementara pohon Sahabi menjadi satu-satunya pohon yang tumbuh subur dengan daun yang rimbun. 

Kondisi ini menentang kegersangan dan ketiadaan warna dari lingkungan di sekitar pohon. Meskipun kekuatan matahari ditengah gurun sangat terik, namun akan terasa teduh ketika berada di bawah pohon ini.

Tiga manuskrip kuno yang ditulis oleh Ibn Hisham, Ibn Sa'd al-Baghdadi, dan Muhammad Ibn Jarir al-Tabari menceritakan tentang kisah Bahira yang bertemu dengan bocah kecil calon rasul terakhir.

Saat itu Muhammad baru berusia 9 atau 12 tahun. Ia menyertai pamannya Abu Thalib dalam perjalanan untuk berdagang ke Suriah.

Pada suatu hari, Biarawan Bahira mendapat firasat, kalau ia akan bertemu dengan sang nabi terakhir..   tiba tiba ia melihat rombongan kafilah pedagang Arab, dan melihat pemuda kecil yang memiliki ciri-ciri  sesuai yang digambarkan dalam kitabnya.

kemudian Bahira mengundang kafilah tersebut dalam sebuah perjamuan.
Semua anggota kafilah menghadiri  kecuali anak yang Ia tunggu-tunggu. Ternyata. Muhammad kecil sedang menunggu di bawah pohon untuk menjaga unta-unta.

Bahira keluar mencarinya dan ia sangat takjub menyaksikan cabang2 pohon Sahabi merunduk melindungi sang pemuda dari terik Matahari. Dan segumpal awan pun ikut memayungi ke manapun IA pergi.

Bahira pun meminta agar bocah kecil tersebut diajak serta berteduh dan bersantap dalam perjamuan.  Dia pun segera meneliti dan menanyai pemuda kecil ini. dan  menyimpulkan bahwa Dia adalah utusan terakhir yang dijelaskan dalam Alkitab.

Bahira pun meyakinkan paman anak itu yakni Abu Thalib untuk kembali ke Makkah, karena orang-orang Yahudi tengah mencari Muhammad SAW untuk membunuhnya .

Setelah berselang 1400 tahun kemudian, pohon yang pernah meneduhi Muhammad itu masih berdiri tegak, menjadi satu-satunya pohon yang berhasil hidup di tengah padang pasir gersang. 
Pohon ini secara ajaib diawetkan oleh Allah untuk waktu yang panjang. Namun siapapun masih bisa menyentuh dan berlindung di bawah cabangnya yang senantiasa rimbun.

STORY FROM JORDAN

Rabu, 19 Agustus 2015

Renungan pagi

‪#‎LIMA‬ AYAT MOTIVATOR

1. Anda bisa berubah, jika Anda mau mengubah diri Anda “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri,” (QS. Ar-Ra’d:11).
 
2. Ada kebaikan di balik yang tidak kita sukai “Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu tetapi ia baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu tetapi ia buruk bagimu, dan Allah mengetahui dan kamu tidak mengetahui,“ (QS. Al-Baqarah: 216).
 
3. Anda pasti sanggup “Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya,” (QS. Al-Baqarah: 286)
 
4. Ada kemudahan bersama kesulitan “Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan,” (QS. Al-Insyirah: 5-6)
 
5. Takwa dan tawakallah “Barang siapa bertakwa kepada Allah maka Dia akan menjadikan jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari jalan yang tidak ia sangka, dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah maka cukuplah Allah baginya, Sesungguhnya Allah melaksanakan kehendak-Nya, Dia telah menjadikan untuk setiap sesuatu kadarnya,” (QS. Ath-Thalaq: 2-3).

#‎Semoga‬ kita dpt ridha Alloh
Suka

New blog karima

Pembuatan blog baru

Karima

Whatsapp artikel

Jomblo berdakwah

KARIMA
DakwahJomblo | Emang dosa tidak dapat kita lihat, namun apabila Allah memperlihatkan dosa-dosa kita dan kita melihat dosa-dosa tersebut. Pastinya bakal membuat kita segera bertobat ataupun memohon ampunan kepadaNya. Dan jika dibandingkan, mungkin tinggi dan besarnya bakal melebihi